
"Saat ini kami juga mencari keberadaan tas milik korban yang tak ditemukan di lokasi," kata Kanit Reskrim Polsek Karangpilang AKP Sugimin di Kamar Jenazah RSUD dr Soetomo, Surabaya, Rabu (3/7).
Sugimin juga menceritakan, korban yang jenazahnya saat ini sudah berada di Kamar Jenazah RSUD dr Soetomo itu, kali pertama ditemukan Budi, warga Kebraon yang kemudian melapor ke Ketua RT setempat lalu diteruskan ke kepolisian.
"Untuk penyelidikan, mayat korban divisum di RSUD dr Soetomo. Tapi, dari hasil visum tak ditemukan tanda penganiayaan. Saat ini, kami sudah memeriksa saksi, yaitu calon istri korban dan ketua RT setempat," ujarnya.
Menurut Sugimin, polisi kini juga sudah mengamankan barang bukti yang digunakan korban untuk mengakhiri hidupnya, yaitu seutas tali tas. Namun, petugas belum menemukan tasnya, dan hingga kini masih mencari tahu keberadaan tas tersebut.
Dari penyelidikan polisi, korban gantung diri dengan cara melepas tali tas yang dibawa, lalu dililitkan di pohon jati dan leher. Kemudian melompat dari pagar makam setinggi sekitar 1,5 meter.
Dari informasi yang dihimpun pihak kepolisian, seperti yang diceritakan Sugimin, sejak bercerai dengan istri pertamanya, Ny Ririn (50) pada Oktober 2012, korban merasa hidupnya sebatangkara.
Dan kesepian-nya terobati setelah pria asal Jakarta itu bertemu dengan janda dengan dua anak, yaitu Sri Hayati (47), warga Wisma Kedung Asem Indah Blok I, Surabaya. Kisah asmara keduanya sudah berjalan setahun.
"Hubungan keduanya berlangsung serius dan berencana untuk ke jenjang pernikahan. Kabar bahagia itu, ternyata membuat korban seakan-akan menjadi beban. Sebab, selama ini dia sulit mencari kerja. Bahkan, sering mengeluh ke calon istrinya untuk bunuh diri karena putus asa," tuturnya.
Terakhir, Selasa malam (2/7), korban bertandang ke rumah calon istrinya. Sekitar pukul 23.00 WIB, korban pamit pulang dan mengaku akan ke Terminal Bungurasih. Mengetahui itu, Sri menawarkan untuk mengantar tapi ditolak korban dan pergi dengan jalan kaki.
Saat itu, korban naik angkot ke arah Terminal Joyoboyo. "Tak diketahui secara pasti, kenapa korban balik arah ke Pemakaman Kebraon. Memang, sebelum tinggal bersama istri pertamanya di Jalan Donokerto II, korban mempunyai rumah di Jalan Kebraon Manis dan sekarang sudah dijual," terangnya.
Dalam kondisi linglung, dan tak tahu apa yang harus dilakukan akhirnya korban nekat bunuh diri dan jenazahnya ditemukan warga pagi tadi.
Sementara itu calon istri korban, Sri yang datang ke Polsek Karangpilang terlihat shock. Dia datang ditemani keponakannya bernama Wawan. "Beliau masih shock saat dikabari kalau calon suaminya meninggal dengan gantung diri, padahal mereka tadi malam sempat bertemu dan ngobrol sampai larut malam," ujarnya.(merdeka/3/7/13)
No comments:
Post a Comment